ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR NaNO2 TERHADAP LAJU KOROSI MATERIAL CS A53 B SCH 40 DALAM SISTEM PENDINGIN FRESH WATER KM. SATYA KENCANA (Agung Wibowo)

ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR NaNO2 TERHADAP LAJU KOROSI MATERIAL CS A53 B SCH 40 DALAM SISTEM PENDINGIN FRESH WATER KM. SATYA KENCANA

 

Agung Wibowo, Ir.Endah Wismawati MT, Ir.Eko Prayitno M.MT

 

Mahasiswa, Politeknik  Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Dosen, Politeknik  Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Dosen, Politeknik  Perkapalan Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

Email: agungwibowo9395@gmail.com

 

Abstract – Masalah yang sering timbul pada piping sistem adalah korosi. Salah satu penyebab terjadinya korosi pada sistem perpipaan di PT. Dharma Lautan Utama adalah karena temperatur fresh water tinggi dari panas mesin yang didinginkan. Usaha untuk meminimalisir laju korosi yang terjadi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan penambahan inhibitor pada fresh water pendingin MAIN ENGINE yang dapat menghambat laju korosi akibat temperatur fluida. Pengujian ini menggunakan jenis inhibitor NaNO2. Tujuan dari pengujian ini untuk mengetahui pengaruh variasi inhibitor NaNO2 terhadap laju korosi dalam air tawar dengan  variasi temperatur 60 ºC, 65 ºC, 70ºC. Pengujian ini menggunakan variasi konsentrasi inhibitor 0 ppm atau tanpa penambahan inhibitor, 150 ppm, 250 ppm, 350 ppm. Spesimen pengujian berukuran 50 mm, lebar 25 mm, tebal 3 mm. Spesimen direndam dalam larutan air tawar dengan variasi temperatur 60°C, 65°C, 70°C Selama 12 jam  dengan metode weight method loss. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa laju korosi terbesar terdapat pada inhibitor NaNO2 dengan konsentrasi 0 ppm pada temperature 70°C dengan nilai sebesar 10,18 mpy.Sedangkan nilai laju korosi terkecil pada pengujian ini terdapat pada inhibitor NaNO2 dengan konsentrasi 350 ppm dengan temperatur 60°C sebesar 2,16. Pada segi efisiensi penggunaan inhibitor, inhibitor NaNO2 dengan konsentrasi 0 ppm atau tanpa menggunakan inhibitor memiliki nilai efisiensi terendah yaitu sebesar 0%. Sedangkan efisiensi tertinggi didapatkan pada konsentrasi 350 ppm pada temperatur 60°C yaitu sebesar 75,40%. Hasil pengujian menunjukkan laju korosi pada temperatur 70°C dengan nilai antara 3,82 mpy – 10,18 mpy. Sedangkan laju korosi yang terendah terdapat pada variasi temperatur 60°C yaitu dengan nilai antara 2,16 mpy – 8,78 mpy.

Kata kunci:Korosi, inhibitor, NaNO2, temperatur